Kamis, 14 April 2011

TIPS AGAR ANAK BELAJAR DI RUMAH

  1. Belajar bukanlah suatu kebiasaan karena 100% anak menjawab tidak belajar setiap hari. Rata-rata dalam seminggu mereka hanya belajar 3 hari. Ini cukup memprihatinkan karena kondisi ini cukup sulit untuk membentuk siswa yang berhasil.
  2. Sementara itu faktor utama yang mendorong mereka untuk belajar adalah karena ada ulangan keesokan harinya sebanyak 51,43 %, karena ada tugas rumah (PR) sebanyak 28,57%, karena dipaksa orang tua/keluarga dekat sebanyak 14,29% dan karena suka dengan pelajarannya hanya 5,71 %.
  3. Perhatian orang tua terhadap anak untuk belajar ternyata cukup tinggi, karena 88,57 % orang tua menegur anaknya jika tidak belajar dan hanya 11,43 % orang tua yang kadang-kadang menegur jika anaknya tidak belajar.
  4. Orang tua atau kerabat dekat yang paling sering menegur adalah ibu sebesar 54,29% dilanjutkan dengan ayah sebesar 28,57 % disusul kakak sebesar 11,43% dan nenek sebesar 5,71%.
  5. Televisi merupakan faktor yang paling besar mengganggu anak dalam belajar di rumah yaitu sebesar 40%. Handphone yang dipegang oleh anak-anak ternyata juga faktor yang mengganggu belajar yaitu sebesar 22,86% dan diajak main oleh temen sebesar 11,43%. Sementara lingkungan ramai, capek, malas dan main game di komputer mempunyai bobot yang sama yaitu 5,71 % dan membantu orang tua hanya 2,86%.
Berdasarkan data di atas, upaya untuk membuat belajar menjadi kebiasaan bagi anak di rasa cukup sulit tetapi bukan berarti tidak ada jalan. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan antara lain:
  1. Untuk Bapak dan ibu guru di sekolah
    Sering-seringlah memberikan pekerjaan rumah buat anak didiknya karena pekerjaan rumah menjadi faktor yang mendorong anak untuk belajar. Pekerjaan rumah yang rutin mendorong anak untuk terus belajar. Bapak dan ibu guru tidak hanya memberikan PR tetapi juga memberi nilai dan membahasnya serta memberikan hukuman bagi yang tidak mengerjakan. Ini penting karena semakin lama anak juga tahu kebiasaan gurunya jika hanya memberi tugas tetapi tidak membahasnya. Yang kedua, sering-seringlah bapak dan ibu guru memberikan ulangan harian karena adanya ulangan menjadi faktor utama anak belajar. Luangkan waktu 10 menit untuk melaksanakan ulangan dan 5 menit untuk membahas dan memberi nilai. Berikan hanya satu atau dua soal itu sudah cukup. Jika ada anak yang mendapat nilai dibawah standar berilah hukuman dengan menuliskan materi sebanyak 5 kali. Dengan hukuman itu secara tidak sadar anak akan menulis sambil membaca materi pelajaran tersebut.
  2. Untuk Orang tua dan kerabat dekat
    Orang tua dan kerabat dekat yang tinggal satu rumah adalah aktor utama yang mengawasi anak belajar di rumah. Berdasarkan data, perhatian orang tua cukup besar dalam kelangsungan belajar anaknya di rumah. Tetapi yang penting di sini tidak hanya teguran namun perlu ada tindakan yang nyata. Tindakan itu antara lain : perlu ada kesepakatan bersama tentang jam belajar. Katakan misalnya jam belajar antara jam 19.00 – 21.00 WIB. Selama jam itu anak harus belajar, televisi tidak boleh menyala, Hp anak harus dimatikan atau disimpan oleh orang tua, tidak ada keramaian, dan ciptakan kondisi yang kondusif untuk belajar. Jika anak melanggar maka tidak ada uang saku untuk hari esok. Orang tua juga harus tepo seliro dengan tidak melihat TV. Jangan anak disuruh belajar di kamar sementara orang tua melihat TV di ruang tamu. Ketegasan dan patuh kepada kesepakatan sangat diperlukan.
  3. Untuk lingkungan sekitar
    Jika kondisi rumah sudah kondusif untuk belajar sementara lingkungan tidak mendukung akan sangat mengganggu konsentrasi anak dalam belajar. Oleh karena itu perlu dibuat peraturan di lingkungan RT tentang jam belajar sehingga kondisi lingkungan juga mendukung suasana sehingga tidak ada gangguan anak dalam belajar,
Yang terakhir, pendidikan merupakan kewajiban bersama antara sekolah, keluarga dan masyarakat. Jika ketiga pihak saling mendukung, maka kebiasaan belajar anak akan tercipta yang akhirnya tujuan kita semua menciptakan anak yang sukses di kemudian hari akan terwujud, amin.
dikutip dari : http://ardansirodjuddin.wordpress.com/2008/06/03/tips-agar-anak-belajar-di-rumah/

0 komentar:

Posting Komentar